Cerita kami
Sebelum ada Agendiz Cloud, kami membuat website dan menjalankan iklan untuk bisnis lokal, dari travel umroh sampai toko emas.
Iklannya berhasil mendatangkan chat. Masalahnya justru muncul setelah itu: chat menumpuk di satu HP, admin bergantian membalas, dan customer yang sudah tertarik hilang karena telat dibalas.
Agendiz Cloud kami bangun untuk masalah itu. Satu inbox untuk seluruh tim, broadcast yang bisa dilacak, dan workflow untuk pertanyaan yang berulang.
Kami juga tahu tools saja tidak cukup. Karena itu setiap pelanggan kami bantu sampai sistemnya benar-benar dipakai tim, lewat grup WhatsApp dan sesi Google Meet.